Rilis Terbaru

Bupati Rezita Buka Acara Rembuk Stunting Kabupaten Inhu 2022

PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU

RILIS BERITA

NOMOR : 0678/RILIS/VI/2022

Tanggal : 29 Juni 2022

Bupati Rezita Buka Acara Rembuk Stunting Kabupaten Inhu 2022

INHU - Bupati Indragiri Hulu Rezita Meylani Yopi didampingi wakil Bupati Inhu H. Junaidi Rachmat membuka acara rembuk stunting konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2022 di Ruang Auditorium Yopi Arianto lantai 4 Kantor Bupati Inhu, Rabu pagi (29/06/2022).

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah Kab. Inhu Ir. H. Hendrizal, Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Dr. Mardalena Wati Yulia, Kepala Bappeda Litbang Prov Riau, Kepala Dinkes Prov Riau, unsur Forkopimda Kab. Inhu, Staff Ahli, Kepala OPD se-Kab. Inhu, Ketua PKK Kab. Inhu, dan Camat se-Kabupaten Indragiri Hulu. 

Bupati Inhu dalam sambutannya mengharapkan semoga melalui acara ini tercipta komitmen bersama dalam usaha percepatan penurunan stunting di Kab. Inhu. 

"Kita sudah rutin selama tiga tahun terakhir melaksanakan kegiatan rembuk stunting dan pada tahun ini terdapat tim pendamping keluarga yang harus didukung oleh semua OPD dan para camat agar mengkoordinir desa dan kelurahan untuk kegiatan ini melalui dana desa," sebut Bupati.

Bupati juga menyampaikan pada tahun 2021 Kabupaten Inhu ditetapkan menjadi lokus stunting dan ditetapkan 10 desa yang menjadi lokus stunting setelah diintervensi terjadi penurunan secara umum, yang awalnya 12,18% turun menjadi 7,39%.

Sedangkan tahun 2022 di tetapkan 10 desa/kelurahan lokus stunting dengan kondisi preferensi stunting sebesar 13,64% setelah intervensi menunggu data pada Bulan Agustus mendatang.

"Hasil dari rembuk stunting menjadi dasar gerakan percepatan penurunan stunting melalui integrasi program kegiatan yang dilakukan organisasi perangkat daerah sebagai penanggung jawab program," sambung Bupati Inhu kembali.

Selanjutnya Kadis Kesehatan Elis Julinarti Inhu selaku ketua panitia menyampaikan laporan, bahwa pelaksanaan kegiatan rembuk stunting Kab. Inhu tahun 2022 yaitu dalam amanat peraturan presiden No. 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dalam strategi percepatan penurunan stunting melakukan dua intervensi, pertama intervensi spesifik yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi secara langsung terjadinya stunting di Kab. Inhu dan kedua intervensi secara sensitif yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab tidak langsung terjadi stunting di Kab. Inhu.

Sedangkan strategi nasional percepatan penurunan stunting berpijak untuk menurunkan preferensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan peningkatan akses air minum dan sanitasi. Sedangkan sasaran remaja, calon pengantin, ibu menyusui dan anak berumur 0-59 bulan.

Terakhir, dalam rangka menyelenggarakan percepatan penurunan stunting, di bentuk tim tingkat desa, kepala desa atau kelurahan menetapkan tim yg bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan, mengevaluasi penyelanggaraan tingkat desa yang melibatkan tenaga kesehatan paling sedikit mencakup bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, penyuluh keluarga berencana, tim penggerak kesejahteraan keluarga, pembantu pembina keluarga berencana desa dan kader unsur masyarakat lainnya. 

"Dalam hal ini tim telah dibentuk sudah memulai aksi yang dilakukan secara sinergi," tutup Elis.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama upaya percepatan penurunan stunting Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2022.