Rilis Terbaru

DPPPA Inhu Taja Sosialisasi Manajemen Kasus Dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU

RILIS BERITA

NOMOR : 0677/RILIS/VI/2022

Tanggal : 29 Juni 2022

DPPPA Inhu Taja Sosialisasi Manajemen Kasus Dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

INHU - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Indragiri Hulu melakukan sosialisasi manajemen kasus dalam perlindungan perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Selasa (28/6/2022).

Hadir di acara tersebut Ketua Komisi IV DPRD Indragiri Hulu Muhammad Syafaat dan narasumber dari tokoh perempuan Provinsi Riau Risdayati, Kepala KUA Kec. Pasir Penyu Arifin, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Inhu Vera Dzuhurina Pambuko. Peserta kegiatan ini diikuti oleh organisasi maupun perangkat daerah terkait dan Forum Anak Indragiri Hulu.

Acara sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas PPPA Wardiati. Dalam sambutannya Wardiati mengungkapkan tujuan sosalisasi ini adalah untuk memberikan pengetahuan guna mengurangi risiko terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Mengingat hal tersebut dibutuhkan kerjasama, sinergitas, serta kolaborasi antar unit kerja, organisasi, maupun masing-masing perangkat daerah terkait,” ujar Wardiati.

Melalui paparan oleh beberapa narasumber dijelaskan berbagai kiat dan langkah dalam manajemen pengelolaan kasus kekerasan perempuan dan anak. Tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat terjadi dimana saja baik di rumah, sekolah, tempat umum dan tempat lainnya.

Pemerintah telah menetapkan berbagai peraturan dan kebijakan untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diantaranya UU 35 tahun 2014 perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor 98 tahun 2019 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indragiri Hulu.

Dengan penanganan kasus yang dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, maka diharapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak terulang kembali.