Rilis Terbaru

SIARAN PERS GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 KAB. INDRAGIRI HULU, RABU 13 MEI 2020

PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU

RILIS BERITA

NOMOR : 0106/RILIS/V/2020

Tanggal : 14 Mei 2020

SIARAN PERS GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 KAB. INDRAGIRI HULU, RABU 13 MEI 2020

Rengat - Berdasarkan update data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hulu tanggal 12 Mei 2020, terdapat ODP kumulatif dari tanggal 22 Maret s/d 12 Mei 2020 sebanyak 417 orang, dengan rincian ODP dalam pemantauan 16 orang (3,83%), dan ODP selesai pemantauan 401 orang (96,17%). Untuk ODP yang diperiksa Rapid sebanyak 348 orang dengan Hasil Rapid Negatif 347 orang, dan Positif (Reaktif) 1 orang, sedangkan OTG 108 orang. Untuk Kumulatif pelaku perjalanan (PP) dari tanggal 28 Maret s/d 12 Mei 2020 sebanyak 4.277 orang, dengan rincian, PP dalam pemantauan 444 orang, dan PP selesai pemantauan 3.833 orang. Sedangkan Total PDP sebanyak 9 orang, dimana PDP masih di rawat 3 orang, dan PDP sehat dan pulang 6 orang. Untuk kasus Positif COVID -19 (Konfirmasi) di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 2 orang, dimana pasien Masih dirawat 1 orang, Pasien Sehat dan Pulang 1 orang.

Untuk Informasi Mengapa Pembatasan Fisik Selama 14 Hari Penting.?
-14 Hari untuk menyelamatkan ribuan nyawa orang lain.
-14 Hari mampu menghentikan laju penularan.
-14 Hari adalah waktu inkubasi COVID-19 -Manfaatkan 14 Hari agar tidak menjadi perantara virus.

Bila ada yang tertular Diam di Rumah Selama 14 Hari dapat Memotong Rantai Penularan. Diam di rumah dan tetap produktif di dalam pagar rumah sendiri. Jaga daya tahan tubuh dengan :
1. Makan dengan gizi seimbang
2. Rutin berolah raga dan Istirahat yg cukup
3. Cuci tangan pakai sabun
4. Jaga kebersihan lingkungan
5. Stop Merokok
6. Minum air mineral 8 gelas/hari
7. Makan makanan yang dimasak sempurna dan jangan makan daging hewan yang berpotensi menularkan.
8. Bila demam dan sesak nafas segera ke Faskes.
9. Gunakan masker jika batuk atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam
10. Dan Jangan lupa berdoa.

Sementara Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Indragiri Hulu Dalam upaya menekan penyebaran COVID -19 telah melakukan upaya antara lain:
1. Menerapkan protokol kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Daerah, melalui pembatasan pengurusan pajak daerah secara tatap muka, dengan cara:
a. Membatasi jam pelayanan pajak dari pukul 09.00 Wib sampai dengan 14.00 Wib.
b. Wajib Pajak yang datang ke Bapenda Inhu wajib mengenakan masker.
c. Seluruh formulir pengurusan pajak disampaikan dalam bentuk softcopy dan disampaikan ke Badan Pendapatan Daerah Kab. Indragiri Hulu melalui email: bapenda.inhu@gmail.com, atau melalui Whatsapp dengan nomor 0852 6597 0888, dan 0812 7689 134
d. Untuk Wajib Pajak yang tidak dapat menyediakan softcopy, semua formulir pengurusan pajak disampaikan melalui kotak khusus yang telah disediakan, sehingga tidak terjadi kontak langsung antara petugas dan wajib pajak.
e. Untuk Pajak yang dihitung sendiri oleh wajib pajak (Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, PajakPenerangan Jalan (Non PLN), Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah dan Pajak Sarang Burung Wallet) agar menggunakan Aplikasi Seroja secara online.
f. Wajib pajak diharuskan mencuci tangan dengan sabun atau Hand Sanitizer sebelum dan sesudah melakukan pengurusan administrasi perpajakan daerah.

2. Dalam upaya mengurangi dampak ekonomi dari penyebaran COVID-19 terhadap wajib pajak, sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2436/SJ Tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah, dan telah dilakukan kebijakan pemberian insentif bagi wajib pajak berupa:
a. Penghapusan Sanksi Administratif Pajak Daerah berdasarkan Keputusan Bupati Indragiri Hulu nomor Kpts.234/IV/2020, tanggal 8 April 2020. Kebijakan ini dimaksudkan agar wajib pajak yang belum dapat memenuhi kewajiban perpajakannya akibat terdampak Covid-19 dibebaskan dari sanksi administrasi.
b. Saat ini sedang dilakukan kajian bersama antara Bapenda dan Bagian Hukum SETDA Inhu tentang kemungkinan diberikannya pengurangan pajak daerah bagi Wajib Pajak UMKM dalam upaya penanganan dampak ekonomi akibat covid-19. Tentu saja perlu pertimbangan dari berbagai aspek sebelum diputuskannya kebijakan tersebut.

3. Melakukan Penyesuaian Pendapatan Daerah Tahun 2020 sebagaimana diperintahkan dalam Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan Nomor 177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020 Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional, yaitu:
- Penyesuaian Pendapatan Transfer ke Daerah dan Dana Desa mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, dimana Pendapatan Negara yang bersumber dari Penerimaan Perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak turun, sehingga berdampak terhadap penurunan alokasi Dana Transfer ke Daerah secara nasional. Penurunan tersebut untuk masing-masing Provinsi/Kabupaten/Kota kemudian ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional. Sehingga dilakukanlah penyesuaian target pendapatan daerah pada akun Dana Perimbangan, dan Dana Penyesuaian (Dana Desa dan Dana Insentif Daerah)
- Penyesuaian Pendapatan Asli Daerah dengan memperhitungkan potensi pajak dan retribusi daerah, memperhatikan perkiraan asumsi makro, pertumbuhan ekonomi dan inflasi Tahun 2020 yang akan mempengaruhi target pendapatan pajak dan retribusi daerah sebagai akibat dari menurunnya kegiatan perekonomian.