Rilis Terbaru

SIARAN PERS GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 KAB INDRAGIRI HULU, JUM'AT 24 APRIL 2020

PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU

RILIS BERITA

NOMOR : 0095/RILIS/IV/2020

Tanggal : 24 April 2020

SIARAN PERS GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 KAB INDRAGIRI HULU, JUM'AT 24 APRIL 2020

Rengat - Berdasarkan update data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hulu tanggal 23 April 2020, ODP kumulatif dari tanggal 22 Maret s/d 23 April 2020 adalah sebanyak 374 orang, dengan rincian ODP dalam pemantauan sebanyak 55 orang dan ODP selesai pemantauan sebanyak 319 orang. Sedangkan untuk PDP dan Kasus Terkonfirmasi di Kab. Indragiri Hulu sampai saat ini terpantau masih 0 (nol). ODP yang telah diperiksa Rapid hingga saat ini berjumlah 212 orang. Hasil dari Rapid test tersebut seluruhnya adalah Negatif. Selain itu, kumulatif pelaku perjalanan (PP) dari tanggal 28 Maret s/d 23 April adalah 3.258 orang, dengan rincian PP dalam pemantauan sebanyak 1.116 orang dan PP selesai pemantauan sebanyak 2.142 orang.

Semua pihak memiliki peran penting dalam pencegahan COVID-19. Pembagian Tugas dalam Pencegahan Covid-19.

Pertama, Ketua RT/RW/Kades berperan serta dalam menyampaikan informasi dan mengedukasi warga terakait Upaya pencegahan COVID -19 seperti Isolasi mandiri di rumah, serta mengedukasi masyarakat agar tidak memberi stigma buruk kepada ODP, PDP atau Positif COVID-19. Selain itu, RT/RW/Kades Memfasilitasi dan mendorong keaktifan perangkat RT/RW/Kades, Toga/Toma, Kader, Babinkantibmas, Relawan Desa lawan COVID -19 dan kelompok potensial warga lainnya dalam pencegahan penularan COVID-19.

RT/RW/Kades juga dapat bekerjasama dengan Puskesmas setempat untuk Menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). RT/RW/Kades juga membuat alur pengorganisasian pemenuhan logistik bagi warga yangg melakukan isolasi mandiri di rumah. RT/RW/Kades diharapkan dan membantu memantau mobilitas warga yang berasal dari daerah terkena COVID-19, membantu warga yang kurang mampu/sakit/lansia yang tidak memiliki keluarga, dan memastikan warga di wilayahnya mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.

Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat juga memiliki peran penting selama pandemi COVID-19 ini. Peran tersebut seperti menyampaikan informasi pencegahan COVID-19 kepada warga melalui pendekatan budaya/agama. Tokoh agama juga dapat memasukkan materi COVID -19 dalam ceramah/tausiah yang diberikan serta mengajak warga berpartisipasi dalam upaya pencegahan COVID-19. Membantu Ketua RT/RW/Kades dalam mengedukasi warga Bahwa jenazah warga Positif COVID -19 yang pulang dari Rumah Sakit sudah sesuai dengan SOP dan masyarakat tidak perlu khawatir.

Bhabinkamtibmas memiliki peran terutama dalam membantu penegakan disiplin masyarakat dalam melakukan Social/Physical distancing, Tidak berkerumun, Pembatasan jam buka/tutup kedai, dan Tetap berada di rumah, Melakukan siskamling atau pemantauan lingkungan secara rutin dan terjadwal.
Bhabinkamtibmas diharapkan dapat membantu melakukan pengamanan wilayah jika ditemukan ada kasus positif di lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indragiri Hulu melaporkan hal-hal sebagai berikut.

Dalam rangka penanganan COVID-19, Seluruh Desa sudah berupaya untuk menjadi pilar terdepan dalam penananganan dan penanggulangan dampak COVID-19. Hal ini diimplemantasikan dengan berbagai kegiatan dan penganggarannya.

150 Desa sudah menganggarkan kegiatan-kegiatan dalam rangka tanggap COVID-19. Pertama, kegiatan berupa Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp. 13.531.932.500. Dana tersebut dianggarkan dalam rangka mengantisipasi kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarga miskin, dengan syarat dan mekanisme sebagai berikut : Pendata calon penerima BLT-DD adalah relawan desa yang menerima Surat Tugas oleh Kepala Desa. Pendataan berbasis Rukun Tetangga (RT). Jumlah pendata minimal 3 (tiga) orang dan/atau berjumlah ganjil. Calon penerima BLT-DD adalah keluarga miskin (KK) yang terdapat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kehilangan mata pencaharian, terdapat anggota keluarga berpenyakit kronis/menahun, non PKH, dan non BPNT. Jika ditemukan keluarga miskin sebagaimana poin sebelumnya tetapi tidak masuk di dalam DTKS, maka bisa ditambahkan untuk pemutakhiran DTKS. Calon penerima BLT-DD harus memiliki Nomor lnduk Kependudukan (NIK). Dokumen hasil pendataan dibahas dalam forum Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk validasi, finalisasi, dan penetapan data keluarga calon penerima BLT-DD yang dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani oleh Kepala Desa bersama perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dokumen yang sudah ditandatangani disampaikan ke Bupati/Walikota untuk mendapatkan pengesahan, hal mana pengesahan dapat pula didelegasikan kepada Camat. Kepala Desa melaporkan rekap data penyaluran BLT-DD kepada Pemerintah Kabupaten/Kota.

Kedua, Kegiatan-kegiatan dalam rangka tanggap COVID-19 sebesar Rp. 7.500.000.000,-. Dana tersebut dianggarkan untuk pelaksanaan kegiatan antara lain : Sosialisasi COVID-19 dan pencegahannya (baik baleho, banner dan media lainnya), Sosialisasi PHBS seperti pembuatan tempat cuci tangan, pemberian masker dsb, mengaktifkan keamanan lingkungan, Sterilisasi fasum dan fasos seperti penyemprotan disinfektan, serta Kegiatan-kegiatan lain sesuai kewenangan desa untuk tanggap COVID-19.

Desa juga wajib menganggarkan dana desanya minimal 1 kegiatan untuk Pekerjaan pembangunan dengan pola Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan sebanyak-banyaknya mengajak penduduk miskin, pengangguran atau penduduk yang mempunyai tanggungan orang cacat dirumahnya untuk bekerja di pembangunan tersebut dengan system upah kerja harian.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Inhu dalam turut serta memberikan informasi masyarakat tentang penanganan COVID-19 ini juga telah meluncukan aplikasi “SYAID INHU” sebagai sarana penyebaran informasi kegiatan-kegiatan desa termasuk didalamnya tentang tanggap COVID-19 ini.